Pages

Showing posts with label Fanfic. Show all posts
Showing posts with label Fanfic. Show all posts

Sunday, December 11, 2011

[Fanfic] It's Your Fault, Fishy!

Tittle : It’s your fault, fishy!
Rate : T
Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, and Super Junior member

*****

Eunhyuk mengambil laptop hitam miliknya dan membuka akun twitter pribadi miliknya setelah ia perform Mr. Simple di Music Bank sore tadi.

MWO?!” ucapnya kaget sambil membelalakkan matanya saat melihat namanya di Trending Topic Worldwide nomor 1.

Get well soon Eunhyuk… Ah… mereka percaya kalau kakiku ini sedang sakit,” ucap Eunhyuk sambil membaca tulisan yang tertera pada Trending Topic Worldwide nomor 1 itu lalu meng-klik tulisan ‘mention’ yang ada di layar laptopnya.

HaeNeul: @AllRiseSilver  Oppa, semoga kakimu cepat membaik~ #GetWellSoonEunhyuk

Park13: @AllRiseSilver lain kali, kalau latihan dance, jangan sendirian, biar kalau kau terjatuh, ada yang membantumu T.T #GetWellSoonEunhyuk

Fckmehyukie: @AllRiseSilver Oppa~ Istirahatkan kakimu yang cukup! Tunjukkan gummy-smile-mu! Saranghae~ :* #GetWellSoonEunhyuk

Jewelfs: @AllRiseSilver Sesakit itukah kakimu sampai kau berjalan dengan aneh begitu dan tak tersenyum di stage tadi? :( Cepat sembuh oppa~ :D  #GetWellSoonEunhyuk

Hyuna901205: @AllRiseSilver Aaaaaaa~ aku tak suka melihat wajah tanpa senyumuuuu~ T.T Istirahatlah yang cukup~ Saranghae~ #GetWellSoonEunhyuk

Fishyfckchovy: @AllRiseSilver Apa kau berjalan aneh karena kakimu sungguh sakit? Aku curiga ini ulah @donghae861015, kkkk~ #GetWellSoonEunhyuk

Eunhyuk pun tersenyum saat melihat mention dari para ELF terutama Jewels yang sangat mengkhawatirkan dirinya. Tapi, mukanya langsung ber-blushing-ria saat melihat mention dari username Fishyfckchovy, yah dari username-nya saja dia sudah tahu kalau orang ini pasti seorang EunHae Shipper.

Aish, shipper pasti langsung tahu kalau melihat cara jalanku yang aneh ini. Mereka daebak! (?)” ucapnya sambil terus men-scroll ke bawah layar laptop-nya itu.

hyukchovy: @AllRiseSilver Sakit sekali yah, oppa? Hae oppa memang sangat ‘nakal’ rawr~ ;3 #GetWellSoonEunhyuk

fishyhae: @AllRiseSilver Pasti terjatuh itu hanya sebuah alibi, kan? Kami para shipper tahu apa yang kau lakukan bersama si fishy, kkk~ #GetWellSoonEunhyuk

monkeyfshy: @AllRiseSilver Pasti Hae oppa memakai obat kuat! Kyaaa~ #GetWellSoonEunhyuk

Makin di scroll ke bawah, makin banyak mention dari para EunHae Shipper yang kontan saja membuat wajah kekasih Lee Donghae ini makin memerah karena ketahuan. Sebenarnya tidak heran sih kalau para shipper itu tahu, mereka kan sangat daebak. (?)

“Ini semua gara-gara ulah si ikan jelek itu! Cara jalanku jadi aneh kan,” ucapnya menggerutu, tapi tak lama kemudian wajahnya memerah saat mengingat apa yang di lakukan ‘si ikan jelek’ sampai ia tak bisa berjalan dengan benar.

*****

Start Flashback

Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi, tapi si anchovy dari Super Junior baru saja bangun dari tidur indahnya. Yah, siapa lagi kalau bukan Lee Hyukjae aka Eunhyuk, ia memang sangat lelah karena jadwalnya kemarin sangatlah padat.

“Selamat pagi semuaaaaaa~” ucap Eunhyuk sambil menguap dan mengangkat tangannya ke atas.

“Wookie-ya~ aku lapar~ ada makanan tidak?” ucap Eunhyuk lagi sambil duduk di ruang tv di samping Ryeowook yang sedang menonton Kyuhyun dan Shindong yang sedang bermain PS3. Mereka memang sedang tidak ada jadwal hari ini, selain harus perform Mr. Simple di Music Bank sore nanti.

“Yah! Cuci mukamu dulu, lalu mandi dan sikat gigimu itu! Jangan langsung makan saja! Dasar jorok!” ucap si Cinderella bermulut pedas dari Super Junior, yah siapa lagi kalau buka Kim Heechul. Sepertinya para tetua (?) dari lantai 12 sedang bermain di lantai 11.

“Aku kan sudah lapar, aku belum makan dari malam, karena sehabis pulang dari siaran Sukira tadi malam, aku langsung tertidur,” ucap Eunhyuk panjang lebar sambil sedikit mengerucutkan bibirnya.

“Heechul hyung benar, hyung. Sebaiknya kau mandi dulu sekarang. Aku akan menyiapkan makanan buatmu,” ucap Ryeowook sambil berdiri dari tempat duduknya dan hendak beranjak menuju dapur.

Ne~ aku mau susu strawberry juga yah? Hehe,” jawab Eunhyuk sambil menunjukkan gummy-smile-nya.

Ne, ne, hyung mandi saja sana dulu,” jawab Ryeowook dan berjalan menuju dapur.

“Ah, kau memang dongsaeng-ku yang paling baik!” teriak Eunhyuk kepada Ryeowook yang sudah berjalan menuju dapur, lalu Eunhyuk-pun berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.

 *****

“Ah, segarnya~” ucap Eunhyuk seraya keluar dari kamar tidurnya sembari mengeringkan rambut blonde-nya yang masih basah dengan handuk putih kecil yang tergantung di lehernya. Ia hanya memakai celana pendek hitam dan singlet berwarna abu-abu.

Hyung, ini makanan dan susu strawberry milikmu sudah aku taruh di atas meja makan yah,” ucap Ryeowook setengah berteriak dari arah dapur.

“Ah, ne! Gomawoyo, Wookie-ya,” jawab Eunhyuk sambil berjalan ke arah meja makan.
Eunhyuk pun mulai bersiap untuk makan, tetapi dia teringat, semenjak bangun tidur tadi dia belum melihat kekasih tercintanya, yap! Siapa lagi kalau bukan Lee Donghae si ikan dari mokpo.

Hyung, Kyu, apa kalian melihat Hae? Semenjak aku bangun tidur, aku belum melihatnya,” Tanya Eunhyuk kepada Kyuhyun, Shindong, Heechul dan Leeteuk yang berada di ruang tv.

“Donghae ada di kamarnya, entah apa yang dia lakukan,” ucap Leeteuk tanpa menoleh kearah Eunhyuk yang sedang meminum susu strawberry-nya.

‘Ah, mungkin anak itu sedang lelah karena jadwal padat kemarin, lebih baik sehabis makan aku ke kamarnya dan memijatnya, mungkin?’ batin Eunhyuk sambil mengangkat bahunya dan melanjutkan makannya.

*****
Eunhyuk pun selesai menyantap makanannya. Ia pun berencana untuk pergi ke kamar Donghae yang tentu saja berada di lantai 12. Yah, sepertinya anchovy kesayangan Super Junior ini sudah sangat merindukan ikan mokpo-nya.

Hyungdeul, dongsaengdeul, aku pergi menemui Hae yah, anyeong~” ucap Eunhyuk kepada para hyung dan dongsaeng-nya yang sedang berkumpul di ruang tv dan kemudian keluar menuju lift untuk pergi ke lantai 12, yah ke kamar Donghae sang kekasih tercinta. Ia pergi ke lantai 12 hanya mengenakan celana pendek dan singlet abu-abunya, mungkin dia sudah sangat merindukan Donghae sehingga tidak sempat mengganti baju? Entahlah.

TING!

Pintu lift pun terbuka, Eunhyuk pun segera menuju kamar dorm Super Junior yang berada di lantai 12, untungnya semua member Super Junior mempunya kunci cadangan untuk masuk ke dalam lantai 12 maupun lantai 11, jadi Eunhyuk tidak perlu repot-repot menunggu Donghae untuk membukakan pintunya.

“Hae-ya~” ucap Eunhyuk sambil mengetuk pintu kamar Donghae. Tanpa menunggu lama Donghae langsung membuka pintu kamarnya saat mengetahui suara siapa yang memanggilnya itu.

Anye-“ Eunhyuk tidak melanjutkan ucapannya, dan malah membelalakkan matanya dan pipinya memerah saat melihat penampilan kekasihnya ini. Mari kita lihat bagaimana penampilan Donghae sampai sang uke pun sampai membelalakkan matanya dan pipi putihnya berubah warna.

Saat ini, Lee Donghae, kekasih tercinta Lee Hyukjae, hanya memakai celana pendek yang tidak digunakan secara benar (?) dan parahnya… Donghae tidak menggunakan apapun di bagian atas tubuhnya, yap! Lee Donghae si ikan mokpo sedang ber-shirtless-ria saat ini, ditambah lagi rambutnya yang berantakan dan nafasnya yang terdengar tidak beraturan.

“H-Hae, kau- KYAA!” Belum sempat Eunhyuk melanjutkan perkataannya, Donghae sudah menarik Eunhyuk ke dalam kamarnya, dan ia langsung mengunci pintu kamarnya.

Eunhyuk yang sadar akan keadaan Donghae, dan sadar akan apa yang sedang terjadi dengannya, langsung melepaskan tangannya dari genggaman Donghae dan berncana untuk kabur, ia pun memundurkan badannya, sehingga badannya kini menempel dengan pintu kamar Donghae. Tetapi, tidak sengaja matanya melihat layar laptop Donghae, ia pun langsung membelalakkan matanya saat melihat apa yang tertera di laptop Donghae.

“Yah! Lee Donghae! Mengapa siang-siang begini kau melihat film ‘seperti itu’, huh?! A-aku lupa, tadi Minnie hyung memintaku untuk mengantarnya berbelanja, mian Hae, aku harus pergi.” Eunhyuk pun langsung membentak Donghae saat melihat apa yang sedang ditonton oleh Donghae, tapi ia langsung takut saat melihat Donghae yang berjalan mendekat ke arahnya dan mata Donghae pun terus menatap kearah tangan mulusnya dan betis putihnya.

“Hyukkie-ya~ nggh..” Saat Eunhyuk sedang sibuk berusaha membuka pintu kamar Donghae, ternyata Donghae sudah ada di belakangnya, Donghae pun langsung memeluk Eunhyuk dari belakang dan berbisik di telinga Eunhyuk sambil menjilat telinga Eunhyuk.

“H-Hae.. ahh.. a-aku harus mengantar Minnie hyung bebelanja,” Eunhyuk pun menahan agar desahannya tidak keluar.

“Jangan berbohong, Hyukkie-ya~ Kau harus membantuku, hmm..” jawab Donghae dan mulai mengecupi leher Eunhyuk.

“T-tapi.. kau tahukan nanti sore kita ada perform di Music Bank, enggh..” jawab Eunhyuk sambil berusaha menahan desahannya dengan menggigit bibir bawahnya sambil berusaha melepaskan tangan Donghae dari pinggangnya.

“Ayolah, baby~ lagi pula itu masih nanti sore kan? Masa kau tega membiarkanku menderita, hm?” ucap Donghae lagi sambil lidah nakalnya mulai menjilati leher Eunhyuk, dan jangan lupakan tangan nakalnya yang berada di pinggang Eunhyuk perlahan mulai masuk ke balik singlet Eunhyuk.

“Nggh… bu-bukan masalah masih lama atau ti-arghh…” Omongan Eunhyuk terhenti, karena tiba-tiba saja Donghae menggigit lehernya.

“Lee Donghae! Dengarkan aku!” Entah mendapat kekuatan darimana, akhirnya Eunhyuk berhasil melepaskan diri dari kekasih tercintanya.

“Ini bukan masalah lama atau tidaknya, tapi ini masalah ‘efek’ sesudahnya. Kau kalau ‘bermain’, pasti dengan cepat!(?) Dan kau tahu, itu membuatku sakit, dan berjalan dengan tidak benar! Apalagi setelah ini kita ada perform di Music bank,” ucap Eunhyuk panjang lebar kepada ikan tercintanya itu. Tetapi, Donghae seakan tak perduli dan mulai mendekati Eunhyuk lagi.

“Aku janji, aku akan sangat lembut kali ini. Ayolah sayang~ aku sudah sangat menderita~ kau tidak kasihan apa melihat ‘dia’?” ucap Donghae sambil menunjuk bagian bawah tubuhnya, tak lupa dia mengeluarkan fishy eyes-nya, dan tentu saja, seorang Lee Hyukjae tak akan mampu menolak bila diberi fishy eyes oleh kekasihnya itu.

Eunhyuk pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh Donghae. Otomatis mukanya pun langsung blushing parah(?). Yah, tidak bisa dipungkiri kalau sebenarnya anchovy kesayangan para ELF ini juga sebenarnya menginginkannya, apalagi setelah menerima godaan dari sang fishy.

“K-kau janji akan pelan-pelan? Aku tidak mau sakit seperti minggu lalu lagi,”  ucap Eunhyuk akhirnya, yah minggu lalu dia memang tak bias berjalan dengan benar, yah itu karena sang fishy yang bermain terlalu kasar.

“Aku janji, aku akan bermain lembut,” ucap Donghae sambil memeluk Eunhyuk.

“B-baiklah,” ucap Eunhyuk sambil menundukkan kepalanya dan menggigit bibirnya.

“Kau memang kekasih paling pengertian, Lee Hyukjae~” ucap Donghae senang sambil melepaskan pelukannya dari Eunhyuk. Eunhyuk hanya menunduk mendengar perkataan Donghae.

Karena Eunhyuk terus saja menunduk, Donghae akhirnya memegang dagu Eunhyuk dan mendekatkan bibirnya ke bibir sang kekasih, bermaksud untuk membawa Eunhyuk ke dalam sebuah ciuman manis. Sambil bibir mereka terus menempel, Donghae perlahan menuntun Eunhyuk dan dirinya ke atas kasurnya, tubuh Eunhyuk hanya menurut saja akan ajakan Donghae. Akhirnya Donghae membaringkan tubuh Eunhyuk ke atas kasurnya sambil melepaskan ciuman manis mereka, dan ia sendiri berada di atas tubuh Eunhyuk, memerangkap tubuh sang kekasih dengan tubuhnya sendiri dan menjadikan kedua tangannya sebagai penyangga supaya tubuhnya tidak menimpa tubuh Eunhyuk.

“Aku suka melihat kedua matamu yang selalu menatapku dengan penuh cinta,” ucap Donghae sambil kemudian mengecup kedua kelopak mata Eunhyuk yang sedang terpejam.

“Aku suka melihat kedua pipimu yang memerah bila aku sedang menggodamu, sangat manis.” ucap Donghae yang membuat kedua pipi putih seorang Lee Hyukjae langsung memerah, Donghae pun mengecup kedua pipi Eunhyuk penuh perasaan sayang.

“Dan bibir ini,” ucap Donghae sambil menyentuh bibir Eunhyuk dengan ibu jarinya. Eunhyuk-pun memejamkan matanya untuk menikmati sentuhan sayang dari sang kekasih.

“Membuatku kecanduan. Aku sangat menyukainya saat bibir kita berdua bertautan, aku bisa merasakan rasa sayang dan cintamu, Hyukkie-ya,” Akhirnya, Donghae pun mencium bibir Eunhyuk untuk menyalurkan rasa cintanya kepada sang dancing machine Super Junior ini. Yah, ciuman yang manis dan penuh cinta, tak ada nafsu sedikitpun di dalam ciuman mereka berdua.

“Hyukkie-ya, saranghae. Neomu neomu saranghae.” Ucap Donghae setelah melepaskan bibirnya dengan Eunhyuk. Akhirnya secara perlahan Donghae mulai memperkecil jarak antara tubuhnya dan tubuh Eunhyuk.

Flashback End

*****
Aish! Iya sih dia melakukannya dengan lembut dan penuh cinta, tapi dia melakukannya selama 3 jam tanpa berhenti! Bagaimana aku tidak sakit! Dasar ikan mokpo pabbo!” Eunhyuk menggerutu sendirian sambil terus membaca mention dari para ELF.

“Hyukkie~ Siapa yang pabbo, huh?” ucap seorang namja berambut hitam sambil memeluk pinggang Eunhyuk—yah, siapa lagi kalau bukan Lee Donghae.

“Siapa lagi kalau bukan kau, ikan mokpo! Aku tidak bisa berjalan dengan benar lagi, kan! Aish,” Eunhyuk menggerutu sambil membalikkan badannya kehadapan kekasih tercintanya.

“Lalu, siapa yang lebih pabbo karena mencintai ikan mokpo pabbo ini? Hm? Lagipula kau menikmatinya juga kan?” ucap Donghae sambil tersenyum jahil, yang tentu saja membuat pipi putih Eunhyuk menjadi merah.

“I-itu.. aku hanya terbawa nafsu!” jawab Eunhyuk asal sambil menatap kekasihnya, tentu saja dengan pipinya yang masih merah.

“Itu sama saja Hyukkie sayaaaang~” ucap Donghae gemas sambil mencubit kedua pipi Eunhyuk yang memerah.

“Yah! Sakit, Hae-ya!” ucap Eunhyuk sambil melepaskan kedua tangan Donghae yang sedang mencubit pipinya. Eunhyuk mengerucutkan bibirnya karena masih kesal dengan ikan mokpo kesayangnnya itu.

“Hyukkie-ya~ imutnyaaaa~” Donghae yang melihat Eunhyuk mengerucutkan bibirnya, malah mencium bibir Eunhyuk sekilas dan lalu menatap wajah anchovy imut kesayannya itu secara intens. Eunhyuk yang dicium tiba-tiba oleh Donghae langsung menundukkan wajahnya karena malu.

“Padahal aku sudah sering menciummu, bahkan ‘lebih’ tapi kau tetap saja malu. Sangat manis.” ucap Donghae sambil menempelkan dagunya ke sandaran kursi yang didudukinya—tentu saja masih menatap Eunhyuk secara intens.

“A-aku juga tidak tahu,” ucap Eunhyuk masih menundukkan wajahnya sambil menggigit bibirnya.

“Hahaha, dasar kau ini memang monkey kesayanganku yang paling manis,” ucap Donghae sambil mengangkat dagu Eunhyuk dan tersenyum manis kearah Eunhyuk, Eunhyuk pun membalas senyuman Donghae dengan tak kalah manisnya.

“Kau sudah tak marah padaku lagi kan?” tanya Donghae sambil menempelkan dahinya dengan dahi Eunhyuk.

“Aku tak marah sama sekali kok. Hanya saja ‘ini’ ku masih sakit,” jawab Eunhyuk sambil sedikit mengerucutkan bibirnya.

Jeongmal mianhae chagiya, aku sedang sangat bernafsu tadi siang, hehe,” ucap Donghae lagi sambil mengusap-usap rambut blonde sang kekasih.

“Dasar kau ini! Lagipula, kenapa siang-siang begitu kau menonton film ‘seperti itu’ sih?” ucap Eunhyuk sambil menjauhkan dirinya perlahan dengan Donghae.

“Ah,itu.. kemarin aku main ke dorm DBSK, bermaksud mengambil topiku yang dipinjam Yunho,  tapi aku malah bertemu dengan Changmin saat diruang tamu. Terus dia bilang ‘Hyung! Lihatlah film ini! Kau pasti menyukainya!’ karena aku penasaran, yasudah aku ambil saja. Ternyata film ‘seperti itu’ tapi dia benar kok, aku menyukainya, hehe,” ucap Donghae sambil menunjukkan gigi putihnya.

“Yah! Dasar ikan mokpo mesum!” ucap Eunhyuk sambil memukul kepala Donghae menggunakan majalah yang ada di samping laptop hitamnya.

“Kalau aku mesum, bagaimana dengan orang yang mengisi 10 gb memory dengan video yadong, huh?” ucap Donghae membalas perkataan Eunhyuk, yang tentu saja membuat Eunhyuk kalah telak karena tidak bisa membalasnya.

“Ah! Aku lupa! Aku membelikan sesuatu untukmu! Tunggu sebentar yah, chagiya~” ucap Donghae sambil berdiri dan melangkahkan kakinya menuju dapur. Eunhyuk hanya menatap Donghae bingung sambil mengangkat bahunya. Ia pun menunggu Donghae sambil memainkan Samsung Galaxy S2 hitam miliknya.

“Taraaa~ Ini untukmu,” ucap Donghae sambil menyerahkan sebuah kantung plastik putih kepada sang monkey tersayangnya.

STRAWBERRY CHEESE CAKE DAN SUSU STRAWBERRY! GOMAWOYO HAE-YA!” ucap Eunhyuk senang saat membuka plastik putih itu dan lalu langsung memeluk Donghae.

“Haha, dasar maniak strawberry.” Ucap Donghae sambil mengelus rambut halus sang kekasih yang sedang bersiap untuk meminum susu strawberry-nya.

“Hae mau?” ucap Eunhyuk sambil menyodorkan susu strawberry-nya ke arah Donghae.

“Tidak, terima kasih. Itu aku belikan khusus untukmu sebagai permintaan maafku. Semoga dengan memakan cake dan meminum susu itu, kau sudah tidak merasa sakit lagi, hehe.” jawab Donghae sambil duduk ke tempat duduknya tadi—yang berada di depan Eunhyuk. Donghae hanya tersenyum saja memperhatikan kekasihnya yang sedang memakan strawberry cheese cake pemberiannya itu. Menurutnya, Eunhyuk terlihat sangat imut seperti anak kecil saat memakan cake yang sangat ia sukai itu.

“Dasar kau itu, makan saja masih seperti anak kecil. Itu ada krim di sudut bibirmu,” ucap Donghae masih tetap memperhatikan wajah kekasih tercintanya itu.

“Eh? Mana?” Eunhyuk hendak membersihkan sudut bibirnya dengan tangannya, tapi tangannya malah ditarik Donghae, dan Donghae malah mendekatkan wajahnya dan menjilat krim yang ada di sudut bibir Eunhyuk itu.

“Hmm.. mashitta!” ucap Donghae sambil menjilat sudut bibirnya sendiri.

“Yah! Berhenti menggodaku seperti itu!” ucap Eunhyuk dengan muka yang memerah sambil memukul pelan bahu Donghae.

“Hahaha, aku tahu kau sangat menyukainya, chagiya~” ucap Donghae sambil tersenyum jahil kearah Eunhyuk. Sedangkan objek yang diberikan senyuman oleh Donghae malah membalikkan badannya—berpura-pura ngambek.

Chagiya~ ayolah~ masa begitu saja kau ngambek, ayo lihat kearahku, dan makan cake-nya lagi,” Rayu Donghae dengan suaranya yang dibuat selembut mungkin. Eunhyuk pun memutar badannya ke arah Donghae.

“Eh?” ucap Eunhyuk heran yang melihat lengan Donghae yang melingkar di lehernya.

“Yah, selesai. Apa kau menyukainya?” ucap Donghae sembari melepaskan lengannya dari leher Eunhyuk. Eunhyuk pun melihat kearah lehernya, ternyata Donghae memakaikannya sebuah kalung yang terbuat dari emas putih dengan inisial ‘EH’ sebagai liontinnya—yah EH adalah inisial nama couple mereka, EunHae.

“Eh? Untukku? Kapan kau..” Tanya Eunhyuk heran sambil memegang kalungnya.

“Aku membelinya tadi, saat aku membeli cake dan susu untukmu, hehe. Bagaimana? Kau menyukainya?” ucap Donghae dengan nada berharap.

“Tentu saja! Ini sangat cantik! Gomawoyo Hae-ya!” ucap Eunhyuk senang, lalu mengecup pipi kanan Donghae sekilas dan memeluknya erat.

“Syukurlah kau menyukainya, hehe. Aku juga punya lho, sama seperti punyamu, jadi sekarang kita memakai kalung yang sama, hehe.” Ucap Donghae sambil melepaskan pelukannya dengan Eunhyuk lalu memegang kalung yang melingkar manis di lehernya.

“Iya! Hehe. Ah, pasti para EunHae shipper sangat bahagia kalau mereka menyadari kita memakai kalung yang sama,” ucap Eunhyuk sambil duduk dipangkuan Donghae dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang Donghae, yah tiba-tiba saja dancing machine Super Junior ini jadi ingin bermanja-manja dengan ikan mokpo kesayangannya.

“Biarlah, biarkan mereka semakin berfantasi tentang kita,” ucap Donghae sambil menghirup aroma strawberry dari leher Eunhyuk. Awalnya memang hanya menghirup, tapi lama kelamaan Donghae malah mengecupi leher putih kekasihnya itu.

“Nggh.. Hae-ya.. berhen..ti.. geli..” ucap Eunhyuk sambil menggeliat di atas pangkuan Donghae.

“Hyukkie baby, berhenti menggeliat.. kau membuat’nya’ tidak nyaman,” ucap Donghae sambil tetap mengecupi leher kekasihnya itu.

“Eh?” ucap Eunhyuk heran sambil menengok kearah bawah tubuh Donghae.
Aish! Gawat! Aku harus cepat cepat bangun! Kalau tidak, habislah aku!’ batin Eunhyuk sambil berusaha bangun dari pangkuan Donghae.

GREP!

‘Ah.. tidak.. aku terlambat!’ batin Eunhyuk saat Donghae mempererat pelukannya di pinggangnya.

“Kau harus membantuku lagi chagiya,” ucap Donghae sambil menggendong Eunhyuk dengan bridal style ke arah kasur kekasihnya itu.

“TIDAK! LEPASKAN AKU LEE DONGHAE! KYAAA~!”

Yah, sepertinya Lee Hyukjae kesayangan Jewels ini tak akan bisa berjalan lagi dengan benar, poor Hyukkie~

The End

Aku tahu fanfic ini agak mesum dan terlalu cheesy, tapi biarlah.. ini hanya dibuat karena frusasi dengan banyak crack pair dimana-mana.. *emot biksu*

Friday, April 8, 2011

Fanfic [Because I’m Always Late]

Nyahaaa~ ini fanfic gue sama Ika bikin spesial buat ulang tahun Bella tersayang~ Kurang baik apa coba gue sama Ika? Gue sama Ika buat ini sampe jam 4 pagi lho! Bayangin, sampe jam 4 pagi! Keren kan? (?) Tapi, banyakan gue yang ngetik, Ika terlalu terbuai (?) oleh Plants Vs Zombie .____.v Ah, udahlah yang mau baca (kalo ada) baca aja nih fanfic~ SILAHKAN MENIKMATI~

-_-_-_-_-_-

Title : Because I'm Always Late
Cast :Jung Yunho (DBSK)
          Kim Jaejoong (DBSK)
          Park Yoochun (DBSK)
          Kim Junsu (DBSK)
          Shim Changmin (DBSK)
          Kim Baerin (Bella)
          Lee Minmi (Ika)
          Lee Hyocan (Acan)
          Park Eunsang (Nenekcomelyangpalingcomel)
          Jang Ryeon (CT Adelia)
          Kim Maku (Anis)
          Han Shinrin (Nakun)

Rate : G 
Genre : ROMANCE, FLUFF, SINETRON (?), MUAHAHAHA! RASAKAN INI BELLA! #dibuang Length : One Shot
Author : Acan & Ika!


Because I'm Always Late



“Aish, aku hampir terlambat!” gerutu seorang yeoja berambut pendek sambil berlari seraya melirik jam tangannya.
“Ah, sebentar lagi jam 8! Kalau sampai terlambat, aku harus bertemu dengan orang itu dan mendengarkan lagi omelannya! Ayo, Baerin! Hwaiting! Kau pasti tidak akan terlambat!” ucap yeoja manis bernama Baerin itu, sambil terus berlari, berusaha sampai ke sekolahnya.
“AAAAAAAAAAAA~ JANGAN DI TUTUP DULU GERBANGNYA!!” teriak Baerin yang berusaha mencapai gerbang depan sekolahnya, tapi terlambat. Gerbang itu sudah ditutup oleh seorang namja berkacamata.
“Hah?! Kau lagi?! Aku sudah bosan bertemu denganmu setiap pagi. kau tidak bosan apa datang terlambat?!” ucap namja berkacamata itu sambil menatap Baerin tajam sembari berkacak pinggang.
“Ah~ jeongmal mianhae Yunho-sunbae!” ucap Baerin sambil membungkukkan badannya.
“Izinkan aku masuk yah, sunbae~ aku janji, mulai besok tidak akan datang terlambat lagi. Bukakan pintu gerbangnya yah? yah? yah?” ucap Baerin sambil menatap namja bernama Yunho itu, dengan ‘puppy eyes’nya.
“Ti-tidak! Tidak! Kau selalu terlambat setiap hari!” ucap Yunho sambil memalingkan wajahnya, terlihat jelas kalau wajahnya memerah, tapi Baerin tidak menyadari perubahan ‘warna’ wajah Yunho.
“Sunbae~ Kumohon, jebal~ bukakan pintu gerbangnya~” ucap Baerin masih dengan ‘puppy eyes’nya.
“Aish! Oke, aku akan membukakan gerbangnya, tapi, apa jaminannya kalau kau besok tidak akan datang terlambat lagi? Hmm?” ucap Yunho, sambil menatap wajah baerin, kali ini wajahnya sudah tidak memerah lagi.
“Ah, hmm.. apa yah… Ah! Aku akan membuatkan bekal makan siang untuk sunbae setiap hari! Bagaimana?” ucap Baerin dengan mata berbinar.
“Apakah kamu bisa jamin kalau aku masih akan hidup setelah memakan makanan buatanmu?”  ucap Yunho dengan ekspresi angkuh.
“Aku jamin tidak, karena teman-temanku bilang masakan buatanku itu enak~” ucap Baerin bangga.
“Oke, akan kupegang janjimu. Tapi, awas saja jika kau mengingkari janjimu!” ucap Yunho dengan wajah yang mencekam (?)
“Aaaaaah~ Kamsahamnida, Yunho sunbae.” ucap Baerin dengan senyum yang tulus, dan membuat Yunho terpaku menatapnya dan lagi-lagi wajahnya memerah.
“Ne, sana cepat pergi ke kelasmu.” ucap Yunho sambil memalingkan wajahnya. baerin pun langsung berlari menuju kelasnya.
Sementara itu…
“Aish, kemana sih anak itu? Apa dia datang terlambat lagi?” ucap Minmi, teman sebangku Baerin sambil menyedot susu kotaknya.
“Ah, palingan juga dia terlambat lagi. Kau tau sendiri kan dia itu memang orang yang sudah ditakdirkan untuk selalu datang terlambat. Dia itu sudah sering datang terlambat semenjak taman kanak-kanak.” ucap Maku, yang memang teman Baerin semenjak taman kanak-kanak.
“Hey, jangan berkata seperti itu! walaupun begitu dia itu teman kita.” ucap seorang yeoja berambut agak ikal yang sedang sibuk dengan telepon genggamnya.
“Ah, benar apa yang dikatakan Hyocan, kan kita semua sayang Baerin~” ucap Eunsang sambil tersenyum bahagia (?).
“Lalu apa hubungannya dengan Baerin yang selalu datang terlamabat dan err.. ‘kita semua sayang baerin’ ?” ucap Shinrin sambil menoleh kea rah Eunsang sekilas dan kembali sibuk dengan buku matematikanya.
“Hubungannya itu...”
BRAAAAK!
“Hey! Kalian tau, kalau alien itu jenius ?!” ucap Ryeon tiba-tiba sambil menggebrak meja dan menaruh buku yang berjudul ‘UFO dan Alien’ yang baru saja dibacanya.
 “Anyeong~” Tiba-tiba Baerin datang dan menuju tempat duduknya yang berada di samping Minmi sambil berjalan dengan ‘jalan bungkuk’nya dan dengan ‘tampang malas’nya.
“Anyeong, Baerin-ah!” jawab Hyocan sambil melambaikan tangannya ke arah Baerin.
“Yo, Baerin! Kau tau Baerin jika alien itu jenius?” ucap Ryeon dengan tampang seriusnya.
“Haaaaaa~? Apa? Aku tidak tau.” jawab Baerin malas.
“Kau kenapa, Baerin-ah? Ada masalah?” tanya Minmi selidik.
“Aargh! Aku bertemu lagi dengan sunbae gila itu!” jawab Baerin kesal.
“Maksudmu Yunho sunbae yang tampan itu?” tanya Eunsang dengan mata berbinar.
“Iyalah! Siapa lagi yang selalu mencegatku karena terlambat dan mengomeliku?!” ucap Baerin setengah berteriak.
“Sabar Baerin, sabar~ Lagipula itu salahmu sendiri karena sering terlambat.” ucap Shinrin bijak.
“Lagipula itu juga salahmu sendiri, karena terlambat terus.” Nasihat Maku santai.
“Ah.. Hm.. i-iya juga sih.” jawab Baerin sambil ‘menjatuhkan’ kepalanya ke atas meja dengan malas.
“Makanya, kau itu jangan tidur terlalu malam.” ucap Hyocan sambil melirik Baerin.
“Selamat pagi anak-anak.” Tiba-tiba Choi Hyunjong-sonsaengnim masuk kedalam kelas, Baerin dan teman-temannya pun langsung menuju kembali ke tempat duduk masing-masing.
Di tempat lain…
“Aish! Kenapa wajahku memerah sih saat melihat anak itu!” ucap Yunho sambil masuk kealam ruang kelasnya dan menuju tempat duduknya.
“Lagi pula kenapa anak itu sangat ma- AKH! Tidak Yunho! Tidak! Kenapa kau bisa berfikir seperti itu sih?!” gerutu Yunho frustasi (?) sambil mengacak-ngacak rambutnya.
“Hey!” Tiba-tiba seorang namja cantik menepuk pundak Yunho, Yunho pun melirik ke arah wajah namja cantik itu.
“Anyeong, Jaejoong-ah.” ucap Yunho kepada teman sebangkunya itu dengan tampang malas.
“Hey, bro! Kenapa masih pagi wajahmu sudah kusut begitu?” tanya seorang namja berwajah ‘playboy’.
“Hello kalian semuaaaa~” ucap seorang namja lagi dengan suara khas ‘lumba-lumba’nya.
“Aish, Yoochun! Junsu! Kalian itu berisik sekali sih!” teriak Yunho masih dengan tampang frustasinya (?).
“Hey, Yunho-ah! Dari tadi kau marah-marah terus, kenapa sih? Hm?” Tanya teman sebangku Yunho, Kim Jaejoong, sambil menggandeng pundak Yunho mesra akrab.
“Iya, Hyung! Kenapa daritadi kau marah-marah terus?” tanya namja berprawakan seperti pangeran (?), yang memang berumur paling muda diantara mereka berlima, ia bernama Shim Changmin.
“Kalian tahu tidak, anak perempuan kelas satu yang berambut pendek dan berpenampilan agak boyish  yang sering terlambat?” tanya Yunho sambil menatap teman-temannya.
“Ah! Iya aku tahu! kalau tidak salah namanya Baerin kan?” ucap Yoochun  sambil menopangkan dagunya di atas tangannya.
“Darimana kau tahu namanya?” tanya Yunho kaget.
“Kau tidak tahu aku ini hafal semua nama yeoja di Neul Paran High School.” jawab Yoochun bangga.
“Huh! Dasar Playboy!” ucap Junsu cemburu meledek.
“Selamat pagi, anak-anak” .” Tiba-tiba Choi Siwon-sonsaengnim masuk kedalam kelas, Yunho dan teman-temannya pun langsung menuju kembali ke tempat duduk masing-masing.
‘Oh, jadi namanya Baerin, nama yang manis.’ ucap Yunho dalam hati sambil tersenyum.
Keesokan harinya..
“Aish, aku tidak boleh terlambat lagi hari ini!” ucap gadis berambut pendek, Kim Baerin sambil berlari menuju sekolahnya.
“Masih ada waktu 5 menit, dan gerbang sekolah sudah di depan mata, aku pasti tidak akan terlambat! Ayo semangat Kim Baerin!” ucap Baerin sambil mengepalkan tangannya ke atas dan berlari semakin cepat menuju gerbang sekolahnya, tetapi saat Baerin sudah tepat di depan gerbang sekolah, gerbang itu pun sudah ditutup oleh seoarang namja berkacamata, yah siapa lagi kalau bukan si ketua kedisiplinan Jung Yunho.
“Aish! Sunbae, kenapa gerbangnya sudah ditutup? Ini kan masih jam 8 kurang 2 menit?!” ucap Baerin kepada Yunho.
“Tapi, di jam tanganku, ini sudah jam 8 lewat 2 menit. Kau ingat janjimu kemarin Kim Baerin?” ucap Yunho sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.
“Aish, janji itu… Eh, tunggu! Dari mana sunbae tau namaku?” tanya Baerin sambil melihat ke arah Yunho.
“Hey,kau kira aku ini orang bodoh? Terlihat jelas di name tag yang ada di seragam mu itu kalau nama mu adalah Kim Baerin.” ucap Yunho santai.
“Ah, kau benar! Jadi... izinkan aku masuk yah?” ucap Baerin dan mengeluarkan ‘puppy eyes’nya (lagi) tapi, kali ini wajah Yunho tidak memerah, mungkin dia sudah bisa mengendalikannya (?).
“Aku akan membolehkanmu masuk, asal kau menepati janjimu untuk membuatkanku bekal makan siang setiap hari, bagaimana?” tanya Yunho sambil mendongakkan kepalanya kearah Baerin.
“Hm.. karena itu janjiku sendiri, aku akan menepatinya. Mulai besok aku kan membuatkan bekal makan siang untuk sunbae~ Jadi, tolong bukakan gerbangnya yah?” ucap Baerin sambil tersenyum penuh harap.
“Ah! Satu lagi! Mulai besok, aku ingin mendengar kau memanggilku ‘oppa’, arasseo?” ucap Yunho sambil bersiap membukakan gerbang untuk Baerin.
“Ne, arasseo! Terserah sun.. ah! Maksudku terserah oppa saja. Sekarang izinkan aku masuk yah~” jawab Baerin sambil tersenyum manis, Yunho-pun membukakan gerbang untuk Baerin.
“Jeongmal gomawoyo, oppa~” ucap Baerin sambil dan langsung berlari menuju kelasnya, Yunho hanya tersenyum melihat tingkah laku yeoja berpenampilan boyish itu.
Saat Jam istirahat…
“Aish, Choi Siwon-Songsaenim itu menyebalkan sekali! Argh!” ucap Jaejoong kesal.
“Memangnya ada apa dengan Choi Siwon-Songsaenim, Jae hyung?” tanya Changmin sambil memakan ‘chiki ball’ yang dipegangnya.
“Dia selalu menatapku dengan tatapan mesum!” jawab Jaejoong sambil memonyongkan bibir pout khasnya.
“Hahahaha, itu sih salahmu sendiri. Kenapa mempunyai wajah cantik melebihi perempuan?” ucap Yoochun meledek.
“HEY! Aku ini namja tulen (?) Dan berhenti bilang aku cantik, Park Yoochun! Aku ini tam-pan! T-A-M-P-A-N! TAMPAN!” ucap Jaejoong dengan berbagai macam ekspresi.
‘Aaaaah~ Aku tidak sabar mencicipi masakan Baerin. Eh? mengapa aku jadi tidak sabar? Apa mungkin aku menyu.. AAAH! Tidak-Tidak! Dia itu hanya hoobaemu, Jung Yunho! ‘ ucap Yunho dalam hati frustasi (?).
Junsu melirik ke arah hyung nya yang seperti orang gila itu (?) ia pun berteriak di telinga Yunho.
 “HYUNG!”
“AKU TIDAK MENYUKAINYA!” teriak Yunho keras dan refleks dan hal itu menyebabkan teman-temannya yang sedang mengobrol disampingnya sontak langsung menoleh ke arahnya.
“Hey, Jung Yunho! Kau itu kenapa sih?! Membuat mood ku makin jelek saja! Kau mengagetkan ku tau?! Siapa memangnya yang tidak kau sukai? Huh?” Tanya Jaejoong panjang lebar.
“Ah, aniyo~ Bukan siapa-siapa, tidak usah perdulikan aku. Lanjutkan saja pembicaraan kalian, hehe.” ucap Yunho sambil tersenyum menunjukkan giginya.
“Bohong! Dari gelagatmu, bisa kutebak kalau kau itu sedang… jatuh cinta? Iya kan? Kau tidak bisa menipu penglihatan seorang Park Yoochun, wahai Jung Yunho.” ucap Yoochun sambil menatap yunho jahil dan sontak perkataan Yoochun itu membuat wajah Yunho memerah.
“Wajah Yunho hyung merah!” ucap Changmin dengan polosnya sambil menunjuk wajah Yunho.
“Jadi… siapa yeoja beruntung itu? Huh?” Tanya Junsu antusias.
“Aish, aku tidak tau! Aku juga masih bingung dengan perasaanku sendiri!”ucap Yunho dan lagi-lagi dengan nada frustasinya (?).
“Ah! Jadi benar kau sedang jatuh cinta? Siapa yeoja itu? Beritahu aku! Masa kau tega tidak memberitahu teman sebangku mu yang tampan ini.” ucap Jaejoong dengan bersemangat.
“Sudahlah, aku malas membahasnya. Sebentar lagi jam istirahat habis, aku ingin kembali ke kelas saja. Bye.” Bukannya menjawab pertanyaan teman-temannya, Yunho malah pergi dan meninggalkan teman-temannya yang sedang penasaran itu.
-_-_-_-_-
“Aish, dia lama sekali sih! Jangan-jangan dia terlambat lagi. Huh!” ucap Yunho yang sudah ‘stand by’ di depan pintu gerbang sekolah.
“Aaaaaa~ Sun- Aaaaaaah, maksudku oppa. Hosh..Hosh..” teriak Baerin sambil terengah sehabis berlari.
“Huh! Kau itu selalu terlambat memangnya tidak bosan apa?” tanya Yunho sambil berkacak pinggang.
“Hah! Habis mau bagaimana lagi? Rumahku jauh, oppa~” jawab Baerin
“Ah, oke aku terima ‘alasan klasik’mu itu. Sebenarnya kau belum terlambat kok, ini masih jam 8 kurang 3 menit, jadi aku izinkan kau masuk.” ucap Yunho sambil tersenyum manis.
DEG!
“Ah, go-gomawoyo oppa.” Entah kenapa, saat melihat senyuman manis Yunho ada suatu perasaan aneh di hati Baerin. Mungkin hatinya bergetar? Atau jantungnya berdetak lebih cepat? Atau darahnya berdesir? Hanya Baerin yang tau.
“Oh iya, aku ingin menagih bekal makan siangku, aku tunggu kau di atap sekolah saat jam istirahat nanti.” ucap Yunho dan kembali dengan ekspresi datarnya.
“Arasseo, oppa.”
Saat Jam Istirahat…  
“Haaaaa~ akhirnya bel istirahat berbunyi juga, perutku sudah lapar.” ucap Minmi sambil menghela napas.
“Iya, aku juga. Aku belum sarapan tadi. Ayo, kita ke kantin.” Ajak Hyocan sambil bangkit dari tempat duduknya.
“Hey, Ryeon! Kau mau ikut tidak?” tanya Hyocan sambil menengok kea rah ryeon yang yang duduk di belakangnya.
“Ah, ne. Aku ikut.” jawab  Ryeon sambil memasukkan buku yang baru saja dibacanya, yang berjudul ‘Makhluk-Makhluk Aneh Luar Angkasa’.
“Shinrin! Maku! Ayo kita ke kantin!” ucap Eunsang bersemangat.
“Ne. Aku ikut.” jawab Maku.
“Aku tidak, aku ingin mengembalikan buku ini dulu ke perpustakaan.” jab Shinrin sambil mengangkat buku yang ingin dikembalikannya.
“Kau juga Baerin, kau ikut kan?” tanya Minmi.
“Ah, tidak. Aku sudah makan tadi, perutku kenyang~” jawab Baerin sambil membereskan alat tulisnya.
“Yasudah, kalau begitu kami ke kantin dulu yah, bye.” ucap Hyocan sambil melambaikan tangannya bersama teman-temannya yang lain.
 “Aish, aku harus menyerahkan bekal ini dulu lagi kepada Yunho oppa.” ucap Baerin malas sambil mengangkat sebah kotak makan warna merah, sebelumnya ia memasukkan kotak makan itu ke dalam sebuah tas kecil dan mulai beranjak dari tempat duduknya menuju atap sekolah untuk bertemu ‘namja berkacamata’ itu.
-_-_-_-_-_-
“Aish, kenapa harus di atap? Aku kan malas naik tangganya.” ucap Baerin sambil menaiki tangga.
Sesampainya di atap..
“Yunho oppa~ Yunho oppa~” ucap Baerin sambil menoleh kesana kemari mencari Yunho.
“Ah! Itu dia!” ucap baerin saat menemukan Yunho yang sedang berbaring –atau mungkin tertidur- di atas atap itu.
‘Ah, Yunho oppa sedang tertidur rupanya. Mukanya manis juga kalau seang diam seperti ini, apalagi dia melepas kacamatanya. Ah, imut~ EH?! Apa yang sedang aku pikirkan?! Aish, kim baerin, kau sudah gila!’ batin Baerin sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
“Oppa.. Yunho oppa..” Baerin mengoyang-goyangkan badan Yunho, berharap namja itu akan segera terbangun.
“Enghh..” Yunho mengerang pelan, dan akhirnya mengerjap-ngerjapkan matanya, tanda kalau ia sudah terbangun dari tidurnya.
“Ah, hey, Baerin.” ucap Yunho sambil duduk dan kemudian mengucek-ngucek matanya, lalu kemudian kemabali memakai kacamatanya lagi.
‘Ah~ kenapa Yunho oppa terlihat begitu imut sih~ Ah, Baerin! Kim Baerin! Buang pikiran bodoh itu!’ batin Baerin.
“Ah, oppa, ini sesuai janjiku, aku membawakanmu bekal makan siang.” ucap Baerin sambil menyodorkan sebuah kotak berwarna merah ke arah Yunho.
“Apa ini isinya?”
“Buka saja,”
Yunho pun membuka kotak bekal pemberian Baerin.
“Eh? Sandwich? Apa ini bisa disebut bekal makan siang? Huh?”
“Oppa, kau tahu sendirikan kalau aku ini sering terlambat, apalagi ditambah aku harus membuatkanmu bekal untuk makan siang, yasudah hanya ini yang bisa kubuatkan untukmu. Tapi coba kau rasakan dulu rasanya.” jelas Baerin panjang lebar dengan nada agak kesal.
Yunho pun memakan sedikit sandwichnya, lalu tiba-tiba dia diam dan menatap Baerin.
“Oppa, bagaimana rasanya? Tidak enak ya?” tanya Baerin murung.
“HUWAAAAAAAAA~ BAERIN-AH! INI ENAK!” teriak Yunho tiba-tiba.
“Hah? Jinca? Gomawoyo, oppa” ucap Baerin senang.
-_-_-_-_-_-_-_-_-
Yunho dan Baerin pun setiap hari bertemu saat istirahat, dank arena itu mereka lama-kelamaan menjadi akrab dan dekat. Bahkan mereka berdua sudah menyatakan kalau mereka adalah ‘teman’. Yah, teman. Tapi, sepertinya hal yang disebut ‘teman’ itu akan segera berubah. Tetapi, teman-teman baerin maupun Yunho tidak tau kalau mereka berdua berteman akrab sampai suatu saat…
“Aish, aku penasaran kemana sih si Baerin itu saat istirahat? ” ucap Hyocan sambil memainkan pensil yang ada di tangannya.
“Ne, aku juga, dia sudah seminggu ini jarang pergi istirahat bersama kita, iya kan?” jawab Minmi menyetujui perkataan Hyocan.
“Ah, kalian berdua benar!” ucap Maku mengiyakan.
“Bagaimana kalau kita membuntuti Baerin pada saat istirahat?” usul Eunsang.
“Ah, aku setuju! Nanti kita seperti FBI kan? Bagaimana menurutmu Shinrin?” tanya Ryeon semangat.
“Ah, mianhae. Aku tidak bisa ikut kalian, karena aku masih harus ke perputakaan nanti pada saat jam istirahat.” tolak Shinrin lembut.
“Yah, yasudah. Nanti kami akan menceritakannya padamu.” ucap Ryeon yang benar-benar sangat  bersemangat untuk membuntuti Baerin.
Di lain tempat..

“Aish, bosan sekali! Akhir-akhir ini Yunho jarang bersama kita.” ucap Jaejoong malas.

“Ah, iya~ Apa sih yang dia lakukan? Yang kudengar dia menghabiskan waktunya di atap.” ucap Junsu memberitahu.

“Mungkin saja dia kencan dengan yeoja yang di sukainya itu?” ucap Yoochun.

“Ehm, benar yang kau katakan, hyung.” ucap Changmin sambil menarun telunjuk dan jempolnya didagunya.
“AH! Aku punya ide! Bagaimana kalau kita ikuti saja yunho saat istirahat nanti?” usul Jaejoong bersemangat.

“Ide yang bagus! Siapa tau benar kalau dia sedang bersama yeoja yang disukainya itu.” ucap Yoochun mengiyakan dengan bersemangat.

“Oke, kita akan mulai ‘pengintaian’ kita saat istirahat nanti, oke?” ucap Jaejoong lagi.

“NE!” jawab Yoochun, Changmin, dan Junsu berbarengan.

-_-_-_-_-_-

Cause I can’t stop thinking ‘bout you girl~

Tiba-tiba handphone Baerin berbunyi pertanda adanya pesan baru masuk.

From: Yunho oppa J

Baerin-ah, sepertinya aku akan datang agak terlambat hari ini, mianhae u,u
Tapi, pasti aku akan datang, kau tunggu saja yah :D

Dengan secepat kilat Baerin membalas pesan itu.

To: Yunho oppa J
Ah, gwenchanayo, oppa~ aku akan menunggu diatap :D

Setelah mengetik pesan itu dia memencet tombol ‘SEND’ untuk mengirim.

Pada saat menuju jalan ke atap sekolah, Baerin melihat sesuatu yang mengejutkan.

“Sunbae, saranghae! Jadilah pacarku.” Kata itu terucap dari bibir seorang yeoja yang sangat dikenalnya, dan di tuju pada namja yang sangat dikenalnya juga.

 “Mianhae~ Sudah ada yeoja yang kusukai. Jadi aku tidak bisa pacaran denganmu. Sekali lagi, mianhae~” jawab namja itu dengan wajah menyesal. Pada saat namja itu hendak pergi..

“Baerin kan?” ucap yeoja itu pelan.

“Hah? Apa maksudmu?” ucap namja kaget.

“Baerin kan yang kau sukai? Iya kan? Jawab aku, Yunho sunbae!”

“Ah.. itu.. ehm.. aku memang menyukainya, mianhae.” Yunho melirik kearah belakang untuk mengalihkan wajahnya yang memerah dari Shinrin, tapi, betapa terkejutnya Yunho saat melihat Baerin yang sudah berdiri mematung di pintu depan atap.
 
“Ba-Baerin?” ucap Yunho tergagap saat melihat Baerin.

“Anyeong, Yunho oppa, Shinrin, maaf aku mengganggu kalian, sebaiknya aku pergi saja.” ucap Baerin dan terlihat sekali kalau itu senyum yang dipaksakan.

“Tunggu! Kau sudah mendengar apa yang kukatakan kan? Jadi, apa jawabanmu?” Yunho bertanya dengan mimic wajah yang serius.

“Ah.. i-itu..” Bukannya menjawab pertanyaan Yunho, Baerin malah melirik kearah Shinrin.

“Baerin-ah, aku tau perasaanmu padanya, katakana saja. Aku sudah menyerah kok,” ucap Shinrin sambil tersenyum manis dan menepuk punggung Baerin lembut. “Yasudah, daripada aku mengganggu, lebih baik aku pergi. Anyeong.” Shinrin pun langsung meninggalkan mereka berdua di atap.

“Baerin-ah, apa aku perlu mengulang perkataanku? Oke, aku akan mengulangnya. Baerin-ah saranghae~ Mau kah kau menjadi pacarku?” ucap Yunho, dan terdengar jelas nada tulus dari perkataannya.

“Na-nado saranghae, Yunho oppa.” jawab Baerin sambil menunduk dan terlihat jelas kalau wajahnya sudah blushing parah (?).

“Jinca? Ah~ gomawo Baerin-ah!” Yunho tersenyum senang saat mengatakannya, bahkan dia hampir saja memeluk Baerin saking senangnya.

Beberapa saat yang lalu…

Saat Shinrin hendak keluar dari atap…

“Hah? Kalian semua?!” ucap Baerin kaget saat melihat sekumpulan namja dan yeoja yang sedang ‘mengintai’ di dekat pintu atap.

“Ssst.. jangan berisik!” perintah namja yang berparas cantik, Jaejoong.

“Sabar yah Shinrin, aku tau kok kau kuat.” ucap yeoja berkacamata dengan rambut pendek sambil tersenyum kea rah Shinrin.

“Ah, iya, tenang saja. Lebih baik aku kembali ke kelas. Anyeong teman-teman, sunbaenim.”

“Anyeong.” jawab mereka semua berbarengan, tapi dengan suaran yang pelan.

-_-_-_-_-

“Nah, jadi begitulah kisah umma dan appa saat kami masih sekolah. Ah, umma jadi kangen dengan teman-teman sekolah umma.” ucap seorang yeoja sambil memangku seorang anak kecil yang berusia sekitar 5 tahun.

“Ah, kalau Linho (Rinho) sudah besal nanti, Linho mau cali pacal yang tampan sepelti Baelin umma yang punya suami kaya Yunho appa.” ucap anak itu girang sambil mengayun-ayunkan kakinya.

“Chagiyaaaa~” sapa seorang namja dan mengecup pipi yeoja yang sedang memangku anak kecil itu sekilas.

“Aish, yeobo~” ucap Baerin sambil mengusap pipinya.

“Astaga, chagii~ kau tega sekali! Padahal itu ciuman dari suamimu masa kau hapus?” ucap Yunho sambil memanyunkan bibirnya.

“Bu-bukan begitu yeobo~ Mianhae~ Habisnya, kau tiba-tiba saja mencium pipiku begitu.” ucap Baerin agak merasa bersalah.

“Ahhh~ wajahmu yang merasa bersalah itu imut sekali~” ucap Yunho gemas sambil mencubit pipi Baerin.

“Ah! Kau ini kekanak-kanakan sekali.” ucap Baerin sambil berusaha melepaskan tangan Yunho.

“Hey, Rinho! Putri appa yang paling cantik~ Sini appa ingin mengendongmu~” Setelah ‘puas’ mencubit pipi Baerin, Yunho pun menghampiri Rinho, buah pernikahannnya dan Baerin untuk menggendongnya.

TING TONG! TING TONG!

Saat ‘keluargan bahagia’ itu sedang bercanda-canda bel rumah mereka berbunyi, Baerin pun menghampiri pintu depan rumah mereka untuk membukakan pintu.

“AH! KALIAN!” pekik Baerin kaget, Yunho pun menghampiri baerin yang brdiri di depan pintu.

“EEEH?!” pekik Yunho kemudian saat melihat siapa yang ada di depan pintu.

“Anyeong Yunho-ah~ Baerin-ah~” ucap 4 orang namja dan 6 orang yeoja yang ada di depan mereka. Tidak perlu author sebutkan namanya, kalian pasti sudah tau kan siapa saja mereka?

“Ahhh~ lama tidak bertemu kalian teman-teman, bogoshippo~” ucap Baerin dan menghamburkan pelukannya kearah para-namja-yeoja itu. Entah mengapa mereka semua jadi berteman akrab semenjak ‘mengintai’ Baerin-Yunho. (?)

-FIN- (?)